Kamis, 05 Mei 2011

Jenuh di Jakarta, Coba Ke Sini Deh

Suasana pantai yang romantis dan nyaman memang membuat siapa saja ingin kembali lagi ke sana. Bagi anda yang menggemar wisata pantai, cobalah nuansa lain yang eksotis di Pulau Serangan.


Jangan hanya kunjungi Kuta yang terkenal di penjuru dunia itu, lajukan mobil anda sekitar 7 km lagi. Atau lakukan perjalanan laut dengan menyewa yacht atau perahu nelayan. Di sana, anda bisa menemukan Pulau Serangan, yang tersembunyi di balik teluk Benoa.


Pulau Serangan bisa dibilang unik, dengan pantai nya yang landai. Laut di pulau ini hampir tanpa ombak.


Lautan yang tenang ini benar-benar membuat suasana begitu nyaman. Menikmati angin sepoi di sepanjang pantai, dengan segelas es kelapa muda bisa dijadikan pilihan. Nikmati indahnya sunrise dengan massage ringan agar tubuh menjadi rileks. Pagi hari adalah waktu terbaik untuk menikmati indahnya pulau ini.


Atau lumuri tubuh dengan sunblock, dan nikmati hangatnya sinar mentari. Jangan lupa kenakan kacamata hitam untuk menangkal panasnya matahari.

Pasir-pasir kasar yang terdapat di bibir pantai,akan menyita perhatian anda untuk melangkahkan kaki tanpa alas.


Lautnya? Jangan ditanya lagi. Begitu bening dan indah. Kilatan matahari membuat laut semakin cantik dan menarik hati.


Tak heran, wisatawan asing banyak yang berpaling dari Bali, dan memarkirkan yacht nya untuk menikmati keasrian Pulau Serangan.


Mau menginap?Tak perlu khawatir mencari tempat. Karena di sepanjang Pulau terdapat penginapan dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan.


Tentunya, siapkan kocek yang tebal untuk menikmati sensasi Pulau ini. Karena sehari tak akan cukup menikmati keindahannya.


Selasa, 19 April 2011

Rencana Aksi Rehabilitasi, Rekonstruksi Dan Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunungapi Merapi

Bencana erupsi gunung Merapi akhir tahun 2010 lalu, menimbulkan berbagai kerugian yang tidak kecil nilanya. Total kerusakan dan kerugian dampak erupsi Merapi di Provinsi DIY dan Jawa Tengah mencapai Rp 3,56 Triliun.


Dampak ini meliputi di lima sektor yaitu permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor. Kerusakan di lima sektor mencapai Rp 1,69 trilyun sedangkan kerugian sekitar Rp 1,87 trilyun. Total kerusakan dan kerugian di masing-masing sektor berturut-turut adalah sebagai berikut: permukiman (Rp 626,65 milyar), infrastruktur (Rp 707,47 milyar), ekonomi produktif (Rp 1,69 trilyun), sosial (Rp 122,47 milyar), dan lintas sektor (Rp 408,76 milyar).


Untuk rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi erupsi langsung dari Merapi sudah bisa dilakukan. Sedangkan untuk dampak lahar dingin belum bisa dilakukan karena masih berlangsung hingga akhir musim penghujan periode ini.


Untuk membangun kembali daerah terdampak bencana melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi dengan lebih baik (back build better) di kawasan Merapi diperlukan dana sekitar Rp 1,35 trilyun. Kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi ini meliputi lima sektor seperti halnya dalam perhintungan kerusakan dan kerugian, yaitu permukiman (Rp 247,08 milyar), infrastruktur (Rp 417,67 milyar), ekonomi produktif (Rp 222,16 milyar), sosial (Rp 149,25 milyar), dan lintas sektor (Rp 314,60 milyar). Total kebutuhan pemulihan tersebut diperuntukkan selama tiga tahun yaitu 2011-2013.

Dari total kebutuhan dana tersebut Rp 1,23 trilyun (91%) berasal dari APBN, Rp 70,29 milyar (5%) dari APBD provinsi dan Rp 53,59 milyar (4%) dari APBD kabupaten. Dengan demikian rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana erupsi Merapi diharapkan selesai pada 2013.

Adanya perbedaan mengenai besarnya kerusakan dan kerugian dan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi dibandingkan dengan penilaian sebelumnya disebabkan adanya kesepakatan antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah dalam perhitungan tiap sektor.

Berdasarkan peta kawasan rawan bahaya dan peta terdampak langsung erupsi Merapi tahun 2010 dari Badan Geologi, Kementerian ESDM, maka pada daerah yang terdampak langsung erupsi 2010 harus dikosongkan dari permukiman.

Daerah tersebut meliputi luas 1.300 hektar di Kabupaten Sleman, Yoggyakarta dan 10 hektar di sekitar Desa Balerante, Kecamatan Kemalang Klaten Jawa Tengah. Diperkirakan hingga 100 tahun ke depan daerah tersebut memiliki risiko tinggi terkena awan panas dan material aliran piroklastik panas muntahan dari Merapi. Posisi kubah lava yang sedemikian rupa membuka ke arah selatan menyebabkan awan panas akan meluncur dominan ke Kali Gendol dan hulu Kali Opak.

Kebijakan pemulihan bidang perumahan dilaksanakan melalui skema relokasi atas wilayah-wilayah yang terdampak langsung erupsi Merapi 2010. Pada KRB III (kawasan rawan bahaya 3) masih diperbolehkan dihuni dengan zero growth pertumbuhan dan living harmony with risk (hidup harmoni dengan risiko bencana) melalui rekayasa sosial dan teknis. Penentuan area tersebut mengacu peta KRB III khususnya wilayah terdampak langsung erupsi Merapi 2010 dari Badan Geologi Kementerian ESDM. Hal ini lah yang menjadi pertimbangan daerah tersebut harus direlokasi.

Penduduk yang direlokasi pemerintah adalah semua penduduk yang tinggal di daerah terdampak langsung erupsi Merapi 2010. Jumlah kepala keluarga (KK) terdampak langsung erupsi Merapi 2010 dan banjir lahar dingin (sementara) :

Jenis Bencana DIY Jawa Tengah
Erupsi 2.636 174
Lahar Dingin 46 443*
TOTAL 2.682 617


* = Data jumlah KK dampak lahar dingin per 14 April 2011. Data akan disesuaikan dengan perkembangan terkini.

Dalam relokasi kebijakannya ada 2 pilihan yaitu:


1. Relokasi mengikuti lokasi yang telah disediakan pemerintah,
2. Relokasi yang dilaksanakan secara mandiri (inisiatif masyarakat). Relokasi mandiri adalah kegiatan relokasi masyarakat terkena dampak erupsi ke tanah milik sendiri melalui pola pemberdayaan masyarakat.

Data by name by address relokasi dan siteplan lokasi mandiri dilakukan oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PU. Jumlah masyarakat yang bersedia melaksanakan relokasi mandiri di DIY (305 KK) :


Desa Wukirsari : 101 KK
Desa Kepuharjo : 204 KK
Sedangkan di Jawa Tengah 617 KK akan melakukan relokasi mandiri.

Di DIY kebijakan relokasi yang dilakukan adalah:


1. Memanfaatkan lokasi huntara yang sudah berada pada zona aman, meliputi: (1) Gondang, (2) Kuwang, (3) Plosokerep, (4) Dongkelsari, dan (5) Kentingan ditingkatkan menjadi hunian tetap.


2. Kekurangan tanah sebagai akibat perubahan luas tanah hunian tetap dan tambahan infrastruktur lingkungan (dari standar 100m2/KK menjadi 150m2/KK), dicarikan penggantinya di lokasi terdekat (Tanah Kas Desa yang saat ini sedang dikelola oleh masyarakat).


3. Untuk mengganti tanah kas desa di lokasi huntara yang berada di zona bahaya saat ini (Banjarsari dan Jetis Sumur), disediakan cadangan tanah pengganti seluas 12,5 ha di Desa Argomulyo.

Di Jawa Tengah kebijakan relokasi dilakukan dengan:


1. Relokasi bagi penduduk yang terdampak langsung erupsi Merapi 2010 dilaksanakan secara mandiri.
2. Dampak lahar dingin saat ini masih terus dilakukan pendataan karena proses banjir lahar dingin kemungkinan masih berlangsung sampai musim penghujan berakhir periode ini.

Insetif penggantian tanah dilakukan dengan:


1. Warga yang mempunyai lahan dan bermukim di wilayah terdampak langsung erupsi Merapi 2010 mendapatkan insentif/kompensasi dan stimulan pembangunan rumah sebesar 30 juta per rumah utama. Pemerintah menyediakan Tanah Kas Desa yang dapat dibeli masyarakat (untuk DIY).


2. Warga yang mempunyai lahan di wilayah terdampak langsung dan tidak bermukim di lokasi tersebut hanya mendapatkan insentif.


3. Besaran insentif/kompensasi ditentukan berdasarkan luas kepemilikan lahan x NJOP (Catatan: NJOP rata-rata di DIY dan Jateng disepakati Rp 37.500,-/m2).


4. Sesuai surat dari Menteri Kehutanan Nomor : S.63/Menhut-IV/2011 tanggal 14 Februari 2011, hal penambahan luas kawasan hutan menyetujui dilakukan rehabilitasi terhadap + 1.300 ha di DIY dengan membeli tanah penduduk di daerah terdampak.


5. Daerah terdampak langsung di Jawa Tengah seluas 10 Ha dimasukkan dalam program rehabilitasi hutan.


6. Tanah seluas 1.310 ha tersebut akan dijadikan hutan lindung dan taman nasional oleh Kementerian Kehutanan. Untuk membebaskan lahan tersebut pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 296,25 milyar yang nantinya akan diperuntukkan pembelian tanah kas desa, rehabilitasi hutan dan insentif bagi masyarakat yang harus relokasi.

Dengan demikian setiap KK yang harus direlokasi akan memperoleh dari pemerintah berupa:


1. Insentif/kompensasi yang ditentukan berdasarkan luas kepemilikan lahan x NJOP (Catatan: NJOP rata-rata di DIY dan Jateng disepakati Rp 37.500,-/m2). Nilai NJOP ini merupakan usulan dari Pemda DIY dan Jateng yang diperoleh berdasarkan survai di lapangan dan sebagai nilai rata-rata.

Semakin luas tanah penduduk maka semakin besar nilai penggantian yang diperoleh dari pemerintah. Saat ini kondisi lahan masyarakat di daerah yang terkena dampak Merapi sudah tertimbun pasir dan batu-batu besar sehingga tidak bisa untuk dimanfaatkan. Selain itu juga kondisinya sangat berbahaya karena berdasarkan prakiraan Badan Geologi dalam jangka waktu 100 tahun ke depan aliran lava dan awan panas akan melalui Kali Gendol dan lahan-lahan masyarakat.


2. Bantuan pembangunan rumah Rp. 30jt/unit. Bantuan tersebut merupakan stimulus dalam pembangunan rumah. Masyarakat diberi keleluasaan dalam menentukan type rumah, dengan ketentuan minimal luas bangunan 36m2.


3. Luas tanah untuk masing-masing rumah 100 m2, ditambah untuk fasum & fasos 50m2 per rumah sehingga menjadi 150m2/KK.


4. Konstruksi bangunan harus memenuhi kriteria struktur tahan gempa yang telah ditetapkan, dan dalam pelaksanaannya dilakukan pendampingan.

Rencana relokasi bagi masyarakat di DIY dan Jawa Tengah di luar dari dampak lahar dingin akan dilakukan dibeberapa tempat, yaitu di Magelang, Gondang, Plososkerep, Dongkelsari, Kuwang, Tegalwaru, Kentingan.

Lokasi tersebut merupakan lokasi hunian sementara kecuali di Banjarsari dan Jetis Sumur yang berada di daerah rawan bahaya sehingga akan dipindahkan ke Desa Argomulyo.

(Arnelia Triwardini/DN/bd)

Disampaikan oleh DR. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam acara Press Conference Update Terbaru Relokasi Merapi

Hendardji Soepandji Ciptakan Kemayoran yang Modern

Pensiun dari kegiatannya di dunia kepolisian, tak membuat Hendardji Soepandji berhenti bergerak. Saat ini, ia malah disibukkan dengan pembangunan kawasan di salah satu sudut kota Jakarta, yaitu Kemayoran.

Sibuk menata sebuah sudut di Jakarta, tak membuat Hendardji melupakan hobinya bermain golf. Di tengah-tengah hobi tersebut, ia masih meluangkan waktu untuk berbincang dengan kami seputar tata kota Kemayoran.

Berbalut kostum golf ala Hendardji berupa t shirt hijau, celana panjang cokelat, dan sepatu kets, ia pun membeberkan sejumlah rencana ke depan pembangunan komplek Kemayoran.

Menjabat sebagai Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK). PPKK membuatnya berkeinginan menyulap kawasan gersang daerah Kemayoran menjadi sebuah tempat nyaman yang serba hijau.


Hobi travelling nya keliling dunia, membuahkan keinginan tersendiri bagi Hendardji untuk menciptakan kota yang nyaman dan indah.


Selain itu, orangtua Hendardji yang hobi berkebun juga memberinya inspirasi untuk tata kota yang hijau dan cantik.


“Saya ingin memberikan kenyamanan bagi semua orang, sehingga tempat ini jadi idola.” katanya kepada kami.

Rapikan Infrastruktur Kemayoran


Kemayoran sebelumnya identik dengan kawasan terasing dan kumuh. Untuk mengatasi hal tersebut, Hendardji berencana untuk merapikan infrastruktur Kemayoran.


Bukan hanya itu, Kemayoran juga akan disulap sebagai kawasan perdagangan internasional. Karena penghuni sekitar tempat tersebut amat heterogen, Hendardji pun berencana untuk membangun berbagai infrastruktur agar pembangunan kawasan perdagangan internasional bakal terwujud.


Salah satunya dengan membangun mega proyek berupa gelanggang olahraga berstandar internasional. Proyek tersebut rencananya akan selesai tahun 2015 mendatang.


Sulitnya akses menuju kawasan Kemayoran juga menjadi PR tersendiri bagi Hendardji. Karena itu, ia saat ini berencana untuk membangun kereta bawah tanah.


Untuk merealisasikan hal tersebut, PPKK menyediakan dana kurang lebih Rp 4 triliun untuk pembangunan infrastruktur, dan Rp 3 triliun untuk pembangunan kereta bawah tanah.


Kawasan Kemayoran akan menjadi asri dan hijau. Lapangan golf dan pasar tradisonal yang nyaman juga akan dipersiapkan di area tersebut. Hal tersebut dilakukan, agar masyarakat yang bermukim dan mengunjungi daerah itu merasa betah berlama-lama di sana.

Belajar hingga negeri Cina


Falsafah kejarlah ilmu hingga negeri Cina ternyata berlaku bagi dirinya. Hendardji yang tak berpengalaman di bidang property, nyatanya bisa memberikan kontribusi yang berarti oada perkembangan property di Indonesia, khususnya di Jakarta.


“Saya memang tidak ada background property, tapi saya belajar secara otodidak, dengan berkeliling dunia. “kata anak ke-4 dari pasangan Alm. Brigjen. Dr. Soepandji dan Roesmijati itu.


Dari situ ia mulai membuka mata, bahwa ternyata tak ada kata terlambat untuk belajar. Semua hal ia pelajari, termasuk membaca buku dan melihat-lihat pembangunan tata kota di negeri orang, seperti Italia, Amerika, dan Perancis.


“Saya senang melihat keindahan. Ketika mengunjungi negara tersebut, saya sempat membayangkan kapan negara kita akan berubah seperti itu.” Tuturnya.

Dan berbekal nekat serta pengetahuan otodidak, akhirnya pria yang selalu meluangkan waktunya untuk keluarga itu bisa juga mengembangkan hasil pengamatannya untuk direalisasikan di Kemayoran. Di PPKK, ia berusaha untuk melakukan pengelolaan dan berbagai upaya mengembangkan Kemayoran agar lebih maju dan modern.


“Target saya nggak banyak. Yang penting, semuanya berjalan sesuai dengan road map yang ada saja. “ tuturnya ketika ditanya mengenai target jangka panjangnya membangun Kemayoran.

Perbincangan sore itu pun harus berakhir. Karena Hendardji harus melangkah ke panggung arena JI Expo Kemayoran untuk memberikan kata sambutan.

Tata kota yang asri memang merupakan dambaan semua lapisan masyarakat. Semoga tak hanya Kemayoran, tetapi juga seluruh sudut di Jakarta dan Indonesia terkelola dengan semestinya.


(Arnelia Triwardini/DN/bd)

Rusli Zainal, Si Ramah yang Doyan Guyon

Di balik segala kemajuan pesat yang terjadi di Kepulauan Riau ternyata ada seseorang yang berjasa di sana. Siapa lagi kalau bukan orang nomor satu yang menggawangi provinsi tersebut. Sang gubernur merasa bersyukur, hingga kini daerahnya menjadi salah satu potensi investasi yang cukup besar di Indonesia.


Sosok itu begitu ramah. Ia menyapa setiap pewarta yang ingin berbincang dengannya. Bahkan, ia tak segan untuk memberikan nomor handphone pribadinya kepada semua pewarta yang meminta nomornya. Ketika ada salah seirang yang iseng meneleponnya , ia tak tampak kesal, malah bercanda dengan kami, “Ngetes nih ceritanya, nggak percaya ya itu nomor saya?” katanya sambil tertawa.


Rusli Zainal. Ia memang terkenal ramah. Saya menemuinya dalam acara Indonesia International Infrastructure 2011 Conference & Exhibition (IIICE 2011) di kawasan Senayan, Jakarta.


Mengenakan kemeja putih dan celana panjang, lengkap dengan dasi, ia berjalan dengan santai. Tampak beberapa pengawal yang menemaninya ketika itu.

Ia membuka sua dengan mengobrol seputar investasi di daerahnya. Mulai dari pengembangan bisnis kelapa sawit hingga listrik.


“Hampir satu tahun APBN Indonesia ada di Riau. Di Dumai dan beberapa daerah lain di Riau telah menyumbang 300 triliun.” Tuturnya ditanya mengenai proyek investasi di daerahnya.


Data yang dikeluarkan oleh BKPM menunjukkan bahwa angka investasi di Riau untuk tahun 2010 untuk penanaman modal asing (PMA) adalah sebesar US$ 86,633 juta lebih dan Rp 1,037 triliun lebih untuk Penanaman modal dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).


Secara nasional, Riau berada di ranking 14 untuk Penanaman Modal Asing dan 12 untuk PMDN. Hebat bukan?

“Infrastruktur Riau masih amburadul”


Tak ada gading yang tak retak. Hal tersebut rupanya diakui oleh Rusli. Dibalik pesatnya dunia investasi di Riau masih menyembunyikan berbagai kendala, salah satunya infrastruktur.


“Jalan raya merupakan salah satu infrastruktur penting yang ada di Riau, tetapi sebagain besar jalan rusak parah. Bahkan Riau masuk peringkat ke empat tertinggi dalam hal kecelakaan.Infrastruktur Riau masih amburadul” Katanya.


Saat ini, ia dan jajarannya sedang mengembangkan upaya untuk mengatasinya. Diantaranya, dengan membangun empat buah jembatan di Dumai.


Masalah infrastruktur inilah yang kemudian dituding menjadi hal utama mundurnya ranking investasi Riau secara nasional.


Jika sebelumnya Riau berada di peringkat 5, tahun 2010, daerah ini turun peringkat, dan menempati posisi ke-14.


Namun hal tersebut tak menjadikan Rusli patah arang. Ia tetap gencar berpromosi agar daerahnya tetap diminati para investor.

“Itu bukan karena saya”


Namun Riau tetaplah diminati. Tingkat perekonomian di sana cukup bagus. Berbagai negara juga cukup berminat untuk menanamkan investasinya di sana, diantaranya, Malaysia, yang sedang menanamkan modalnya untuk pembangunan listrik di sana.

Sejuta keberhasilan yang penuh dengan pasang surut itu tak menjadikan Rusli merubah pribadinya. Ia memang terkenal terbuka dan tidak sombong.

Hal tersebut mungkin muncul dari latar belakangnya yang sebagai aktivis. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris KNPI Riau. Ketika itu, jabatan tersebut diraihnya ketika masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Riau.


Rusli juga sempat menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Riau.


Di samping kuliah dan berorganisasi, ia juga dikenal sebagai pebisnis, dengan menjadi pimpinan cabang di PT Mohairson Pekanbaru pada tahun 1982.


Pribadi yang asyik dan mudah bergaul, ditambah pengetahuan di dunia politik dan bisnis, membuat namanya cukup terdengar lingkup pemerintahan daerah.


Sebelum menjadi gubernur, ia terpilih menjadi Bupati Kabupaten Indragiri Hilir pada tahun 1999-2003.
Rusli menjabat sebagai gubernur Riau yang ke 11. Ia menjabat selama selama dua periode, yaitu 2003-2008 dan 2009-2014.


Sebagai orang terpandang di Riau, tak menjadikan pria kelahiran desa Bolak, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir 3 Desember 1957 tersebut tinggi hati.


Ia tetap ramah, dan menganggap berbagai kemajuan yang dicapai daerahnya sebagai keberhasilan bersama.
“Keberhasilan Riau adalah sumbangsih semua masyarakat, ini bukan karena saya. Buat saya kesuksesan yang diraih secara bersama lebih penting maknanya,” jelasnya.


Itulah Rusli Zainal. Sang pemimpin yang dikenal tak sombong, selalu membantu rakyat kecil, dan penuh dengan sejuta visi dan misi.


Hingga kini, ia masih memantapkan langkah menjadi orang nomor satu di daerahnya. Pribadi ramah itu, akhirnya harus pergi meninggalkan kami.


Namun obrolan singkat dengannya, menyiratkan berbagai pesan bahwa sebagai petinggi, haruslah tetap rendah hati dan penuh dengan sejuta mimpi untuk memajukan rakyat.


(Arnelia Triwardini/DN/bd)

Senin, 21 Maret 2011

Resep Sukses Sandiaga Uno



Siapa tak kenal Sandiaga Uno? Pengusaha sukses asal Pekanbaru ini ternyata tak pernah membayangkan dirinya berada pada puncak karir seperti sekarang. Karena kepepet, Sandi malah bisa merasakan perjuangannya jatuh bangun menjalani karirnya.

Sandiaga Uno. Siapa yang tak mengenalnya? Di kalangan entrepreneur, nama Sandi sudah tak asing lagi. Sandi bahkan sempat meraih penghargaan sebagai orang terkaya urutan 29 se-Asia versi Majalah Forbes.

Sandi tak pernah menyangka, bahkan heran namanya disejajarkan dengan raja minyak di seluruh Asia.

“Ha..ha..ha...Saya juga bingung dari mana orang bisa menilai kekayaan saya, saya sendiri nggak yakin kekayaan saya sebanyak itu. Tidak ada perasaan apa-apa, target saya kan bukan untuk mengumpulkan kekayaan tapi agar menjadi manusia yang baik dan bisa memberi manfaat kepada orang banyak. “ Katanya ketika Berita Daerah menanyakan tanggapannya masuk jajaran orang terkaya se-Asia tersebut.

Penghargaan lain juga sempat mampir menghampirinya. Diantaranya meraih Asia 21 Young Leaders Initiative versi Asian Society tahun 2008, dan Entrepreneur of The Year Indonesia Region, Asia Pacific Entrepreneurship Award oleh Enterprise Asia tahun 2008.

Pahitnya Jadi Pengangguran

Menganggur sungguh tak enak. Orang sukses seperti dirinya bahkan pernah merasakan pahitnya menjadi pengangguran.

Impian untuk bekerja hingga pensiun di sebuah perusahaan mapan ternyata harus dikuburnya dalam-dalam ketika itu.

“Tahun 1997-1998, saya di PHK dari perusaaan tempat saya bekerja.” Tuturnya.

Sejak berada di bangku sekolah, memang sudah diwanti-wanti oleh kedua orangtuanya untuk lebih memilih perusahaan ternama hingga pensiun.

Sejak kecil, Sandi hobi membaca buku. Orang sekitarnya kerap menjulukinya kutu buku. Didikan disiplin orangtuanya yang mengharuskannya belajar tak kenal tempat dan waktu, membuatnya menjadi orang yang tegar dan penuh semangat tinggi, untuk berprestasi

“Orang tua saya juga tidak mempersiapkan saya menjadi pengusaha, mereka lebih suka anaknya mengikuti jejaknya yakni bekerja di sebuah perusahaan mapan, sampai pensiun.” Cerita putera dari pasangan Mien Uno dan Razik Halif Uno tersebut.

Sandi sempat merasakan indahnya bekerja di berbagai perusahaan ternama. Sebut saja di Bank Summa (Astra Group), Pacific Century Group, Singapura, Pacific Century Group, Singapura, sampai Millebium Pacific, Singapura.

Menjadi karyawan bank, memang cita-cita yang diidamkannya sejak sekolah.

“Ketika mulai menginjak remaja, saya bertekad ingin menjadi bankers. Berkarir di sebuah bank ternama hingga mencapai posisi karir puncak.” begitu tekadnya.

Namun, apa mau dikata, karir yang dibangunnya ternyata harus berakhir saat itu juga, dikarenakan ia terkena PHK di tahun 1997, ketika menjabat sebagai Executive Vice President di NTI Recources, Ltd.

Ia lantas mudik ke Indonesia, lalu mulai mempersiapkan planning bersama teman-temannya untuk mendirikan perusahaan di Indonesia.

Karena background pendidikannya adalah accounting, maka ia mulai mendirikan perusahaan penasehat keuangan bersama teman-teman SMU nya.

Tahun 1997, berdirilah PT. Recapital Advisor. Sandi memulai proyek perdananya untuk merestrukturisasi hutang sebuah perusahaan yang sedang collaps saat itu.

Perusahaan ini semakin berkembang. Sandi lalu mulai memikirkan bisnis lagi, untuk membangun perusahaan berbasis investasi keuangan lainnya.

Maka sejak bulan April tahun 1998, ia dan teman-temannya kembali mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya hingga saat ini.


“Indonesia akan menjadi pemain handal”

Peluang bisnis investasi tenryata amat digandrungi di Indonesia. Menurutnya Indonesia akan menajdi pemain dalam percaturan bisnis internasional.

“Peluang bisnis di Indonesia besar sekali. Kita punya market lebih 230 juta orang. Kita jual apapun akan terserap pasar, tentunya kalau kita bener bikinnya. Penduduk kita ini jadi target perusahaan asing.Belum lagi kalau kita lihat sumber daya alam kita yang berlimpah.Kalau kita mau olah, sudah pasti Indonesia akan menjadi pemain handal didunia International." Katanya mengenai pasar bisnis yang dikelolanya di Indonesia.

Berkat ketekunan dan usaha kerasnya, ayah dua orang anak ini akhirnya dikenal sebagai salah satu pengusaha muda sukses. Ia dikenal bukan hanya di Indonesia, tetapi hingga kawasan Asia.

Ia juga menjabat sebagai direksi di berbagai perusahaan, diantaranya, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, dan Interra Resources Limited.

Sandi ingin mengajak anak-anak bangsa untuk membawa Indonesia setara dengan bangsa-bangsa besar lain, agar potensi besar yang dimiliki bangsa ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Saya gemas melihat dunia pendidikan kita masih tertinggal, sektor usaha belum tumbuh sebagaimana seharusnya. Padahal, sumber daya alam kita melimpah ruah, jumlah penduduk yang banyak serta potensi wisata paling banyak bisa membawa bangsa kita bersaing dipasar dunia.sekarang kalau bukan kita yang mengolahnya siapa lagi?” ungkap pria kelahiran Rumbai, Pekanbaru, 29 Juni 1969 itu.

Sandi saat ini memiliki ribuan anak buah dari sejumlah perusahannya.“Saya tidak punya anak buah. Tapi kalau partner kerja alhamdulilah lebih dari 10.000.” katanya.

Memimpin banyak anak buah bukanlah hal yang mudah. Sebagai pemimpin, ia merupakan tipikal pimpinan yang memberikan contoh pada anak buahnya. Lead by example, begitu ia menyebutnya.

“Jika ingin ucapan kita didengar, maka berilah contoh yang sesuai. berjika ingin mereka loyal tunjukkan bahwa anda juga loyal, dengan begitu orang-orang disekitar kita pasti akan mengikuti.” terangnya.

Resep Sukses

Karena kepepet tadi, akhirnya Sandiaga Uno patut mengecap manisnya karir di dunia usaha. Hingga detik ini, ia seperti bermimpi bisa menjadi pengusaha. Karena cita-citanya dulu hanya ingin menjadi pegawai bank yang loyal dan bekerja yang baik hingga pensiun.

“Saya juga heran saya kok bisa jadi pengusaha. Karena saya tidak pernah mempersiapkan diri menjadi seorang pengusaha.” Tuturnya.

Mencapai kesuksesan dirasanya bukan hal yang mudah. Namun ia selalu optimis bahwa selalau ada peluang di setiap keterpurukan.

“Sesulit apapun pekerjaan itu kuncinya just do it, pada prosesnya nanti pasti kita akan temukan jalan. Jadi bagi saya, tidak ada pekerjaan yang sulit sepanjang kita mau menjalaninya.” Katanya.

Sandi juga memiliki kriteria sukses sendiri. Menurutnya seseorang dikatakan sukses ketika karir, keluarga, lingkungan sosial dan spiritual sudah bernilai dan berimbang. “Saya menganggap sukses itu merupakan keseimbangan.” Katanya.

Hal terpenting yang menjadikannya tetap eksis di dunia usaha hingga saat ini adalah semangat optimisme yang ditanamkan kedua orangtuanya. Disiplin dan pergaulan yang baik akan menjadikan keseimbangan lain, seperti yang disebutkannya.

Pria berkacamata ini percaya bahwa setiap permasalahan ada solusinya. Karena itu, ia selalu optimis bisa mengerjakan semuanya lebih baik lagi esok hari. Karena ia selalu yakin bahwa hari esok lebih baik dari hari ini.


Sungai Landak, Berwisata Air Bagai di Venesia


Tak perlu jauh-jauh ke Venesia, Italia untuk menikmati romantisme wisata perairan. Karena Indonesia juga memiliki tempat yang menarik untuk dikunjungi, yaitu Sungai Landak. Di sini, anda bisa merasakan romantisme kota perairan yang tak kalah dengan kota Venesia, yang terkenal dengan kemajuan perairan dan transportasi air nya.


Indonesia yang memiliki wilayah perairan memang membuat semua penduduknya tak dapat melupakan indahnya warisan alam tersebut. Sebagai negara kepulauan, rakyat Indonesia tak asing lagi dengan hadirnya sungai, yang kemudian diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari.


Salah satunya adalah Sungai Landak, yang terletak di daerah Ngabang, Kalimantan Barat. Sungai Landak adalah salah satu dari anak sungai Kapuas, yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Sungai ini seakan membelah kota Ngabang dan Pontianak.

Di antara Sungai Kapuas dan Landak, ada dua jembatan yang membentang, yaitu Jembatan Kapuas sepanjang 410 Meter dibangun tahun 1983, menghubungkan Pontianak Selatan dengan Timur.


Sedangkan Jembatan Landak sepanjang 319 Meter menyambungkan Pontianak Timur dengan Utara. Mobilitas kendaraan darat dan manusia yang lalu-lalang dikedua jembatan ini cukup padat, terutama pada pagi dan sore hari. Pejalan kaki dan pengendara sepeda berjalan di jalur khusus yang terletak di kiri-kanan jembatan.

Orang Kalimantan menyebutnya dengan Jembatan Belanda. Karena jembatan tersebut telah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dengan arsitektur klasik ala Belanda.


Mau menikmati sensasi ala Venesia? Bisa kok. Anda tinggal menyewa sampan yang ada di sekitar perkampungan air di sana.

Karena wilayah Kalimantan didominasi oleh perairan, maka setiap tahunnya, di sini juga diselenggarakan lomba mendayung, yang biasanya tergabung dalam festival adat dan kebudayaan Kabupaten Landak.


Jadi, untuk menikmati romantisnya wisata perairan, tak perlu jauh-jauh ke Venesia kan?


(Arnelia Triwardini/DN/bd)

sumber: http://bit.ly/hV4Y3b