Kamis, 18 Maret 2010

Menyiasati Rambut Berponi





Rambut berponi memang terkadang membuat tak pede sebuah penampilan. Poni yang menhinggapi dahi rasanya begitu terlihat mematikan. Ingin rasanya memotong poni, namun dahi terlihat tak proporsional, alias jenong. Sedikit trik ala Christina Ricci bisa anda jadikan panutan berponi.

Rambut sleek berponi diramalkan akan ikut meramaikan trend tahun depan. Namun, rambut berponi yang membuat penampilan tampak innocent kadangkala membuat tak percaya diri si empunya. Poni yang itu-itu saja terlihat membosankan, namun sayang untuk dihilangkan. Hair Slicked ala Christina Ricci bisa ditiru kok untuk membuat penampilan anda semakin rapi dan tetap gaya.

Anda hanya perlu melakukan sedikit guntingan di area pinggir poni. Buatlah guntingan layered pada pinggiran rambut. Cutting yang unstrusctured pada pinggiran rambut bertujuan untuk membuat penampilan terlihat eye catching.

Sementara area sekitar dahi dibiarkan rata supaya gaya retro tetap terlihat. Agar lebih telihat modern berikan sedikit sentuhan warna-warni pada poni anda. Warna brunetteplum bisa dijadikan pilihan untuk perubahan poni anda. yang dimodifikasi dengan

Lihat saja, poni Christina yang berwarna dark brown berpadu dengan hitam. Highlightnya pada warna-warni tersebut akan membuat poni anda tampil lebih menawan.

Terakhir, jangan lupakan untuk sentuhan wax, agar rambut senantiasa rapi dan tertata dengan baik. Dan agar poni tetap up date, konsultasikan ke hairstylist anda sebulan sekali untuk mengetahui perkembangan poni terbaru. Mintalah ia untuk mengaplikasikannya pada rambut anda jika memang dirasa cocok.

Selamat bergaya dengan poni yang menawan

Sedia Jelly Shoes Sebelum Hujan




Musim hujan mulai terasa. Untuk mengimbangi penampilan anda, kenakanlah sepatu yang pas di musim penghujan ini.


Jalan banjir, becek, dan tergenang air, memang merupakan hal yang menyebalkan. Di musim penghujan ini, kenakanlah alas kaki yang nyaman.

Anda bisa mencoba memakai jelly shoes. Sepatu ini dijamin tak akan membuat anda stress di tengah musim penghujan.

Jelly shoes mulai populer di Perancis pada saat Perang Dunia Kedua. Ketika itu terjadi kekurangan bahan kulit untuk membuat sepatu di sekitar Eropa. Lalu, dibuatlah jelly shoes, yang ketika itu berbahan plastic.

Tahun 2000-an, sepatu ini muncul lagi. Dan sekarang, tak sulit rasanya menemukan jelly shoes di sekitar kita. Anda bisa memilih warna-warni candy, ataupun warna soft yang bisa disesuaikan dengan busana atau mood anda.

Marc Jacobs dan Viviane Westwoods merupakan beberapa desainer yang rajin mengeluarkan desain sepatu ini.

Sepatu ini memang bisa diandalkan di saat cuaca hujan. Bahannya yang terbuat dari plastik dan karet sangat nyaman dikenakan, dan yang terpenting, tak mudah rusak.

Marilah bergaya di musim penghujan

Tips Beraksesoris Murah

Tampil menarik dengan aksesoris cantik tak harus mahal lho. Anda bisa mengenakan serangkaian aksesoris cantik dengan minim budget. Mau tahu caranya?

Pilihlah aksesoris imitasi yang terdapat di department store yang sedang mengadakan sale. Biasanya harga yang ditawarkan lebih murah, dengan model yang tak kalah keren.

Di department store, anda bisa mendapatkan sale hingga 50%. Namun, biasanya aksesoris yang sedang diskon modelnya agak ketinggalan jaman.

Nah, untuk menyiasatinya, pilihlah baju yang terlihat lebih glamour. Agar aksesoris anda masih terlihat bright.

Tempat lain yang bisa dipilih adalah pasar. Pasar memang terkenal murah dalam menjajakan aneka barang kebutuhan sehari-hari. Lantas bagaimana dengan aksesoris?

Biasanya di pasar, akan banyak tersedia aksesoris dengan aneka model. Harganya pun bervariasi. Dari mulai yang murah sampai mahal. Lihat saja pasar Jatinegara yang menawarkan aneka aksesoris yang up to date. Atau pasar Asemka yang tak kalah menggiurkan dengan koleksi aksesoris terbarunya.

Namun, biasakan untuk menawar sejumlah 30 - 50% dari harga sebenarnya. Karena di pasar, penjual biasanya menawarkan harga tinggi. Karena murah, biasakan untuk memeriksa kondisi aksesoris.

Jika masih tak terjangkau juga, berjalanlah ke sekitar kaki lima, atau jembatan penyeberangan. Aksesoris seperti kalung, cincin, hingga anting, dibandrol murah dari harga 5000 hingga 25.000 rupiah.

Sekarang, penampilan anda tak kalah stylish dengan model papan atas kan? Aksesoris pun beda-beda tipis dengan mereka. Namun, kualitas aksesoris memang di bawah standar butik. Siapa peduli, yang penting murah dan keren.

Ferdy Tumakaka: Sukses di Jalur Klasik





Bagi anda yang menyukai musik klasik, pasti tak asing dengan sosok pria satu ini. Ferdy Tumakaka. Sebagai seorang pianis, Ferdi berhasil menyabet 1st Prize Winner dalam Jakarta Piano Competition di tahun 2001 serta Golden Willem Pijper Prize pada tahun 2002.

Berkat kemenangannya dalam Jakarta Piano Competition itulah, ia berhasil keliling tiga benua sebagai soloist.

Di Jakarta sendiri, baru-baru ini, Ferdy telah menggelar konser berjudul “Wonderer Fantasy”. Ini merupakan sebuah karya tersulit dalam sejarah repertoire piano.

Menyerap semua hal berbau musik

Sebagai pianis, pria berusia 25 tahun ini menjalaninya secara total. Disebut demikian, karena ia pernah menjadi music director dan arranger untuk drama musical di Indonesia dan New York.

“Talking Toes”, adaptasi dari “Fame-The Musical” merupakan salah satu karya Namarina di tahun 2002, dimana Ferdy terlibat di dalamnya.

Saat ini, ia masih terlibat pembuatan musik drama musical baru dengan judul "Of There’s Something I Need to Tell You” bersama Workshop Theater Company di New York sebagai music director dan co- arranger.

Sampai tahun lalu, Ferdy adalah music director New York Theater Ballet, posisi yang didapatnya dengan gemilang pada saat usianya menginjak 21 tahun.

Pada tahun 2007, Ferdy dengan Noriko Suzuki, bintang Yamaha yang baru naik daun, membentuk duo piano “Ferdiko” yang mendapat pujian kritikus musik dan masuk dalam Distinguished Concerts Inetrnational New York 2009 Artist Series.

“Saya ingin mengekspos apa sih sebenarnya yang ada dalam diri saya, yang bisa saya berikan ke dunia seni itu apa saja.” Katanya ketika ditanya lebih memilih masuk pasar internasional.

Ferdy memang tertarik untuk mendalami musik klasik. Pada tahun 2002, ia menyelesaikan pendidikannya di Yayasan Pendidikan Musik Music School, Aisha Sudiarso-Pletscher.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di Manhattan School of Music, Bachelor of Music, Dr. Donn-Alexandre Feder sampai lulus tahun 2005.

Sebelumnya pada tahun 2001 hingga 2003, Ferdy sempat menjabat sebagai Creative Department, Producer, dan Announcer, di Radio Prambors, Jakarta.

Karirnya di dunia musik dilanjutkan dengan menjadi pengajar pada beberapa tempat. Seperti di Yayasan Pendidikan Musik Music School, Pre Elementary and Elementary Music Theory Class hingga Grade 3- 6 dan Pre-Conservatory Level Piano.

Pada tahun 2007 sampai 2009, ia mengajar di Ballet School New York Summer Camp, Music Class for Dancers, dan masih menyempatkan diri untuk mengajar les piano privat hingga sekarang.

Ferdy lebih nyaman berada di koridor musik klasik, karena menurutnya musik klasik adalah tonggak yang kuat. “Itu yang bisa dipakai untuk membuat sesuatu lebih progresif.” Tuturnya.Sukses berarti bisa menyampaikan ide pada masyarakat

Dengan segala prestasi dan kemapuannya di dunia musik, Ferdy tak jadi sombong. Ia mengatakan bahwa saat ini dirinya masih jauh dari sukses.

“Saya ingin berkontribusi untuk musik dan untuk Indonesia. Saat ini saya masih jauh dari sukses, harus banyak belajar lagi.” Katanya.

Jika anda tertarik untuk menjadi seorang pianis seperti Ferdy, ia pun memberikan tipsnya.

“Kalau punya impian, dikejar saja, walaupun jalannya agak susah. Karena kesulitan itu yang nantinya akan menjadi bekal dalam menempuh perjalanan ke tangga kesuksesan. “ katanya.

Muda, berbakat, dan sukses menjadikan Ferdy Tumakaka layak mendapatkan dua jempol.

Natural Tanning ala Vic Beckham


Kulit indah memang jadi dambaan setuap wanita. Tak heran banyak selebriti mendambakan kulit sehat dan kinclong. Salah satunya Victoria Beckham. Kabarnya Vic memakai produk khusus guna menjaga kulitnya tampak cokelat alami.

Namun, ketika dimintai konfirmasi seputar hal tersebut, Vic membantahnya. Menurutnya, produk kecantikan kulit tidak akan bertahan lama untuk menghasilkan kulit yang sehat dan berwarna bronze.

Ia mengaku untuk mendapatkan kulit cokelat mudah saja. Hanya dengan memakai sedikit sunblock ketika keluar dari rumah. “ Saya frustasi ketika banyak orang mengomentari tentang warna kulit saya. Mereka pikir ini adalah hasil dari tanning (membuat kulit jadi cokelat, red). Padahal ini merupakan warna kulit asli saya. Dan wajar saja jika warnanya kecokelatan, karena saya hidup di kota yang beriklim panas.” Jelasnya seperti dilansir Femalefirst.

Memang kehidupan di kota Los Angeles yang beriklim panas, membuat kulit seseorang cenderung berwarna broze. Untuk menghasilkan warna bronze yang sempurna, Vic hanya menggunakan bantuan sunblock ketika keluar dari rumah. Ia pun tak rajin berjemur di pantai, bahkan pergi ke salon kecantikan untuk menghasilkan kulit yang cokelat.

Ternyata kulit Vic kinclong karena tanning yang natural, yaitu rajin mengoleskan sunblock ketika keluar rumah. Wah, boleh dicoba nih.

Lebih Jauh Mengenal Cina






Saat santai, anda bisa membaca buku menarik untuk menjadi referensi Buku ini berjudul Cina, sebuah potret bangsa, alam, dan budaya.


Buku tersebut merupakan buku referensi lengkap untuk dapat mengenal Cina, salah satu bangsa terbesar dan negara terluas didunia.

Buku tentang negara Cina ini dibagi dalam beberapa bagian yaitu mengenai alam,sejarah, budaya, arsitektur dan satu bagian unik mengenai para penduduk Cina. Sekitar 700 foto indah menghiasi buku setebal 360 halaman ini. Bagian awal membawa kita pada berbagai bentangan alam Cina yang dihiasi dengan bait-bait puisi Cina.

Para pembaca menjadi sadar betapa beragamnya alam Cina, mulai dari salju ke padang pasir, pegunungan ke dataran rendah, hingga hutan dan ladang pertanian. Bagian berikutnya membuka kita pada sejarah panjang bangsa Cina. Informasi dibagian ini dibagi dalam paragraf-paragraf pendek serta diperkaya tulisan lain untuk lebih detailnya.

Di bagian sejarah ini terdapat entri mengenai masa pra sejarah Cina,masa kejayaan kekaisaran Cina, Cina masa Mao Zedong, hingga Cina saat ini. Semuanya dihiasi berbagai foto dan gambar dari lukisan maupun artefak.Salah satu bagian paling menarik dari buku ini adalah mengenai kehidupan para penduduk di Cina.

Melalui esai foto dapat saksikan dengan mata kita kehidupan seorang anak sekolah di Shaanxi, seorang dokter yang mempertahankan tradisiramuan obat-obatan tradisional Cina, seorang rahib Buddha, hingga sang penjual jangkrik.

Tak lupa ada pula bagian mengenai budaya dan arsitektur Cina. Budaya Cina mencakup filsafat, lukisan, sastra, hingga opera Peking yang terkenal itu. Adapun arsitektur Cina menampilkan berbagai jenis bangunan di Cina, seperti Wu Fang Ting yang didirikan pada dinasti Ming akhir (abad ke-16), Kuil Kahyangan tempat para kaisar Cina melakukan upacara paling keramat kekaisaran Cina, hingga pencakar langit Menara Jin Mao yang berlantai 88, semuanya dalam foto-foto menawan dan indah.

Buku ini sangat sesuai bagi anda yang ingin mengenal dan mempelajari lebih mendalam mengenai negara dan bangsa Cina

Romantika John Legend di Hari Pertama Java Jazz


Musisi paling ditunggu-tunggu pada event Axis Jakarta International Java Jazz Festival 2010 siapa lagi kalau bukan special show John Legend. Sekitar dua jam lamanya, John menghibur penggemarnya dengan lagu-lagu hitsnya.

Dengan kapasitas 9000 penonton, mulai jam 20.30 penonton telah siap menanti di D2 Main Hall JI Expo.

Sebelum special show John Legend dimulai, para penonton terpukau dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diputar. Serentak penonton pun berdiri dan menanyikan bersama-sama..

Usai Indonesia Raya berkumandang, Peter F Gontha memberikan penghargaan kepada beberapa musisi, diantaranya Demas Narawangsa (Indonesia Young Talent Award), In Memoriam to Renny Renkin, yang diterima oleh Brian Avnet, almarhum Indra Malaon (The Most Dedicated Person to jazz in Indonesia Award), dan Brian Simpson (The Most Supportive Person Award).

Sekitar pukul 21.30 John lantas menyapa pentonton sambil menyanyikan lagu pertamanya, Used To Loved You, yang disambut histeris penggemarnya. Disusul dengan lagu-lagu hitsnya, seperti Greenlight, Love Song, PDA, 'It's Over dan Ordinary People yang lebih santai.

Tampil sebagai special show, John mengaku bangga bisa menampilkan musiknya di event Java Jazz.

“ Saya senang sekali. Saya akan tampil enerjik, dan menghibur penggemar di Indonesia dengan tampil maksimal. “ katanya sebelum konsernya dimulai.

Dan benar saja, di atas panggung, ia tampil enerjik dan memikat penonton dengan lagu-lagunya.

“Banyak musisi hebat yang ada di event ini, tetapi saya akan tetap menjadi diri saya sendiri.” Tuturnya.

Pria hitam manis ini tetap menjadi diri sendiri, dengan style nya memakai kacamata hitam, dan kemeja hitam, dibalut jeans dan sepatu hitam.

Konser John di Jakarta pun harus berakhir sekitar pukul 23.00. Secara keseluruhan. penampilan John Legend berhasil memuaskan penggemarnya di Jakarta. (Arnelia Triwardini)

sumber: vibizlife.com